Wednesday, March 6, 2013

Kilas Balik Grup Rock Indonesia 90'an

Barang kali yang baru lahir di sekitar tahun 1990 tentu sama sekali belum merasakan dahsyat nya musik rock Indonesia pada waktu itu, Memang semenjak kecil saya paling suka musik rock,yang bagi saya musik rock itu musik yang megah,indah dan berskill tinggi. Band rock Indonesia sebut saja God Bless,Grass Rock,Elpamas,Rolland Band,Power Metal,Gong 2000,Andromedha,Kaisar,Slank,WhizzKid,Edane,U Camp.VooDoo,Boomerang dan Power Slave saat itu menjadi Ikon musik rock Indonesia.

God Bless yang pada waktu itu digawangi oleh Ahmad Albar(vocal) Ian Antono(gitar) Dony Fatah(bas) Yockie Suryoprayogo(keyboard) dan Tedy Sujaya(drum) di tahun 1988 mampu membuat torehan sejarah
musik rock di Indonesia lewat album Semut Hitam yang menghasilkan hits seperti "Kehidupan",''Rumah Kita" dan "Semut Hitam" Album ini merupakan Album yang paling laris dibandingkan album album sebelum nya seperti  album God Bless(1975) dan Cermin(1980).

Di album ini, terjadi lagi perubahan konsep musik God Bless. Dari yang tadinya lebih bernuansa rock progresif secara drastis berubah menjadi sedikit lebih keras dengan adanya pengaruh musik hard rock dan heavy metal, disamping unsur komersil untuk mempertimbangkan selera pasar. Pun demikian, kualitas musiknya masih tetap kental dipertahankan. Album ini juga menjadi inspirasi anak muda agar dapat terus berkarya dalam bidang musik rock.

Namun, setelah album Semut Hitam keluar, Ian Antono menyatakan keluar dari formasi God Bless. Posisinya kemudian digantikan oleh gitaris muda berbakat, Eet Sjahranie. Setelah masuknya dia, pada tahun 1989 dirilislah album berjudul Raksasa dengan hits Menjilat Matahari, Maret 1989, atau Misteri. Eet berhasil me-refresh sound gitar Ian Antono dan menjadikan God Bless lebih agresif. Ian Antono sendiri, setelah keluar dari God Bless terhitung sukses merintis karier solo sebagai pencipta lagu, aranjer dan produser

Grass Rock.,Awalnya berdiri  di Surabaya, 4 Mei 1984, Grass Rock diperkuat oleh Hari (vokal), Mando (kibor), Harto (gitar), Yudhie (bas), dan Rere (dram). Band ini kemudian sering mengusung lagu-lagu milik Yes, sehingga sering dijuluki sebagai Yes-nya Indonesia. Di tahun yang sama mereka kemudian mengikuti festival rock itu tapi gagal menjadi juara.Grass Rock telah merilis empat album Anak Rembulan (1990), Bulan Sabit (1992), Grass Rock (1994), Menembus Zaman (1999), dan satu single Rock Kemanusiaan "Prasangka". Setelah ditinggal Dayan yang meninggal 1999, Grass Rock tingga Mando (kibor), Edi Kemput (gitar), Yudi (bas), dan Rere (dram).

Elpamas,group rock dari kota Malang  mulai memperlihatkan talentanya sebagai grup rock yang layak diperhitungkan saat mereka berhasil merebut gelar Juara III di “Festival Rock Se-Indonesia” tahun 1984. Bahkan saat event tersebut digelar lagi pada tahun 1985 dan 1986, Elpamas yang waktu itu diperkuat oleh Dollah Gowi (vokal), Toto Tewel (gitar), Didiek Sucahyo (bas), Edi Daromi (kibor) dan Rastato mampu meraih predikat Juara I selama dua kali berturut-turut. Sementara Toto Tewel, juga mampu mengantongi gelar sebagai gitaris terbaik.

Karier Elpamas kemudian semakin terasah dengan seringnya mereka tampil di pentas-pentas musik besar, antara lain mendampingi God Bless pada “Tour Raksasa Gudang Garam”, tahun 1989
Di dunia rekaman, nama Elpamas juga mampu mencatat prestasi yang cukup lumayan. Salah satu lagunya, yaitu Pak Tua menjadi tembang klasik mereka yang mungkin paling dikenal masyarakat. Tembang karya Pitat Haeng (nama samaran yang digunakan Iwan Fals) yang termuat di album Tato tersebut konon mampu mendongkrak penjualan albumnya hingga mencapai angka 5 keping. Sebuah jumlah yang menyedihkan pada masa itu. Itupun dibeli oleh orang tuanya masing-masing.
Lagu itu sendiri — yang bercerita tentang seorang penguasa yang sudah tua tapi belum mau pensiun — sempat dicekal, tidak boleh ditayangkan di TV. Pasalnya, liriknya dianggap telah menyinggung penguasa orde baru.

 Rolland Band merupakan grup musik rock era tahun 80an akhir yang bermarkas di Jogja. Saat itu group ini beralamat di Jl. Wakhid Hasyim No.119 Yogyakarta. Dari gayanya bisa dibilang grup ini Judas Priestnya Indonesia. Tidak kalah dengan gayanya, lagu-lagunyapun bernuansa ala Judas Priest seperti lagu yang berjudul Teror.Rolland terdiri dari Petrus S., – (Vocalis), Ivan S., Bento Jepang –( Lead Guitar), Lugudz Nugroho – (Bass/Vocal), dan Yoyok – (Drum).Mungkin banyak orang tidak mengenal grup ini. Padahal saat itu grup ini sangat menjanjikan. Dengan suara lengkingan vokalisnya seperti dalam lagu “Roda Kehidupan” sungguh cirikhas rock kentara banget dalam band ini.

Rolland Band dengan mengusung musik Heavy metal pernah menjadi juara pertama sekaligus berpenampilan terbaik dalam festival heavy Metal yang diselenggrakan oleh sebuah majalah musik ibukota (majalah Vista), Jakarta 1986. Satu-satunya band daerah yang dengan gemilang sanggup berbicara banyak di setiap jelajah panggungnya.

Ketika itu mereka mengungguli Slank (Jakarta) yang hanya berhasil merebut juara harapan III. Kini, Kaka dkk (Slank) kini sudah "merajai" mainstream musik cadas dan makin kokoh di ladang industri musik Indonesia.
Ini lah yang membuat Billboard memberi kesempatan untuk album perdana berjudul "Gigolo".

 Beberapa lagu seperti "Gigolo", "Teror", dan "Percakapan Satu Kamar", bisa diterima publik karena familier di telinga, bahkan bagi kalangan awam sekalipun.

Sayang, karena masalah internal, Rolland Band pun bubar pada pertengahan 1989. Kenyataan pahit itu, memaksa para personelnya harus mencari jalan hidup sendiri-sendiri. salah satunya dengan terbentuknya band Rolander.

Power Metal,group rock dari Surabaya ini adalah pemenang Festival Rock se-Indonesia V (1989) versi Log Zhelebour. Sebagai promotor merangkap produser, Log Zhelebour memang belum menjanjikan grup band juara pertama Festival Rock se-Indonesia langsung teken kontrak rekaman album, baru sebatas direkam di album kompilasi 10 Finalis Festival Rock se-Indonesia V, tapi mereka dijanjikan ikut tour 10 kota, kebetulan waktu itu Log mempersiapkan pagelaran Tour Rakasasa God Bless(1990).

Usai mengikuti tour, akhirnya tawaran rekaman datang dari Log Zhelebour.
Dengan formasi Arul(vokal), Ipunk (gitar), Prass Haddy (bas), Raymond Ariasz (kibor), dan Mugix Adam (dram), Power Metal berhasil merampungkan album perdananya diberi judul Power One (1991), yang dirilis dibawah bendera Logiss Records.

Lewat debut albumnya ini, Power Metal langsung melesat ke putaran orbit grup rock papan atas. Mereka mulai diperhitungkan, setidaknya popularitas Power Metal sudah sejajar dengan band seniornya alumni Festival Rock se-Indonesia, seperti Elpamas dan Grass Rock.

Album Power One mendapat sambutan menggembirakan dari rockers mania. Album ini sendiri melahirkan sejumlah hits, diantaranya Angkara, Satu Jiwa, Pengakuan dan Bayangan Dirimu. Di samping dua lagu lainnya, yakni Malapetaka dan Cita Yang Tersita.
Kesuksesan album ini membuat Power Metal diganjar penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik di ajang BASF Awards 1991. Angka penjualan kaset album Power One sendiri waktu itu laku di atas 300 ribu kopi. Sebuah angka penjualan yang cukup fantastik untuk sebuah grup rock beraliran heavy metal. Sementara grup rock yang bisa menembus angka itu baru God Bless, lewat album Semut Hitam (1989).

Sukses album pertama, Power Metal kembali menanda-tangani kontrak untuk album kedua. Di tengah persiapan album kedua, Ipunk mengundurkan diri, dan posisinya digantikan Lucky Setyo W, gitaris Andromedha Rock Band yang juga The best guitaris di Festival Rock se-Indonesia V. Album kedua berjudul Power Mission dirilis pada tahun 1992, diikuti album Power Demons (1993), Serigala (1995), dan Pesta Dansa (1996).
Perubahan personel terjadi lagi. Raymond dan Mugix mundur. Sementara itu Power Metal harus dikejar target menyiapkan album baru lagi. Untuk mengisi kekosongan itu, akhirnya ditariklah Ekko Dinaya (drummer) dan James Ireng (kibor). Album Peace,Love & War (1998) dirilis. Sayang, album ini lagi-lagi kurang mujur di pasaran walau secara musikalitas bagus.

 Gong 2000 adalah grup musik beraliran rock yang digawangi Ian Antono(gitar), Yaya Muktio (drum), Harry Anggoman (keyboard), dan Donny Fatah(bas) dengan vokalis Ahmad Albar Band ini didirikan pada awal 90-an. Bisa dikatakan bahwa Gong 2000 adalah miniatur dari God Bless  karena sebagian besar personelnya adalah juga personel God Bless.

 Selama kariernya Gong 2000 telah menghasilkan “Bara Timur (1991), album ganda mereka Gong Live In Jakarta (1992), album kedua, Laskar (1993), dan album terakhir mereka, Prahara (1998)”. Penampilan kelompok ini ditutup pada akhir tahun 2000, 31 Desember di pantai Bende, Ancol, Jakarta Utara, menampilkan bintang tamu Amy Search dan penyanyi Singapura, Ramli.


Band Andromeda adalah band rock dari Surabaya yang terkenal dengan tembangnya Lamunan dan Prestasi. Band ini pula yang kemudian melambungkan nama Yoyok sebagai drummer yang sekarang penggebuk drum Padi.Andromedha juga pemenang Festival Rock Se Indonesia ke 7 Log Zhelebour.

Kaisar,group rock dari Kota Solo yang di gawangi oleh Benazir(vocal) Kecuk(gitar)Yudi Kosasih(keyboard) Didiek Ermas(bas) dan Ary(drum) adalah finalis Festival Rock Se Indonesia ke 5 Log Zhelebour di mana lagu Kerangka Langit dinobatkan sebagai lagu terbaik tahun 1989.

Lagu Kerangka Langit sungguh populer pada saat itu hingga sampai sekarang pun masih digunakan sebagai lagu wajib untuk peserta festival rock.Pada tahun 1991 Kaisar meraih pemenang Festival Rock Se Indonesia ke 6 Log Zhelebour dengan lagu nya Garis Bintang.Kemudian tahun 1993 mereka mengeluarkan album berjudul Mulut Angin di mana formasi drumer yang saat itu Ary di gantikan  oleh Burhan.

Kompilasi Alternatif Mania
Ray Vhisnu Album Daur Ulang
Anang Album Biarkanlah
Anang Album Melayang
Andy Liani Album Falgat 727
AKA Album Sky Rider

No comments:

Post a Comment

Post a Comment